Apa Itu Stratifikasi Sosial? Faktor Pembentuk, Fungsi & Contohnya

Apa Itu Stratifikasi Sosial? Faktor Pembentuk, Fungsi & Contohnya

Dalam kehidupan bermasyarakat, Anda pasti menyadari bahwa tidak semua orang memiliki posisi, peran, atau status yang sama. Ada individu yang memiliki kekuasaan lebih besar, tingkat ekonomi lebih tinggi, atau penghargaan sosial yang lebih luas dibandingkan yang lain. 

Perbedaan-perbedaan ini membentuk suatu pola yang teratur dalam struktur sosial masyarakat.

Fenomena tersebut dikenal sebagai stratifikasi sosial, yaitu sistem pelapisan dalam masyarakat yang menempatkan individu atau kelompok pada tingkatan tertentu. Stratifikasi sosial bukan sekadar perbedaan biasa, melainkan bagian dari mekanisme sosial yang memengaruhi interaksi, kesempatan, dan peran setiap anggota masyarakat.

Apa Itu Stratifikasi Sosial?

Apa Itu Stratifikasi Sosial?

Stratifikasi sosial adalah pengelompokan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial secara vertikal berdasarkan perbedaan yang dianggap bernilai, seperti kekayaan, pendidikan, kekuasaan, pekerjaan, dan tingkat penghargaan sosial. Perbedaan ini membuat setiap individu atau kelompok menempati posisi tertentu dalam struktur masyarakat, dari lapisan atas hingga lapisan bawah.

Istilah stratifikasi berasal dari kata stratum yang berarti lapisan, yang menunjukkan bahwa kehidupan sosial tersusun secara bertingkat. Stratifikasi sosial muncul karena masyarakat memberi nilai berbeda pada sumber daya tertentu, sehingga memengaruhi status, peran, hak, dan kewajiban setiap anggota masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor Pembentuk Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui proses sosial yang panjang dalam kehidupan masyarakat. Setiap masyarakat memiliki kriteria tertentu untuk menilai individu atau kelompok, terutama terkait hal-hal yang dianggap penting, bernilai, dan berpengaruh dalam kehidupan bersama.

Perbedaan kepemilikan dan akses terhadap sumber daya tersebut kemudian melahirkan lapisan-lapisan sosial yang tersusun secara hierarkis. Beberapa faktor utama yang membentuk stratifikasi sosial dalam masyarakat antara lain sebagai berikut:

1. Kekayaan (Ekonomi)

Perbedaan kepemilikan harta, pendapatan, dan aset menjadi faktor paling mudah terlihat dalam stratifikasi sosial, karena memengaruhi gaya hidup dan akses terhadap berbagai fasilitas.

2. Pendidikan

Tingkat pendidikan menentukan kualitas pengetahuan, peluang kerja, serta posisi sosial seseorang di tengah masyarakat.

3. Kekuasaan dan Wewenang

Individu atau kelompok yang memiliki kekuasaan cenderung berada di lapisan sosial atas karena mampu memengaruhi keputusan dan kebijakan yang berdampak luas.

4. Prestise (Status Sosial)

Prestise berkaitan dengan tingkat penghargaan atau kehormatan yang diberikan masyarakat terhadap peran, profesi, atau jabatan tertentu.

5. Pekerjaan

Jenis pekerjaan sering dijadikan ukuran status sosial karena berkaitan dengan pendapatan, tanggung jawab, dan kontribusi terhadap masyarakat.

6. Keturunan atau Asal-usul

Dalam sistem sosial tertentu, status sosial ditentukan sejak lahir berdasarkan keluarga atau garis keturunan, sehingga sulit untuk berubah.

Secara keseluruhan, faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan bekerja secara bersamaan dalam membentuk stratifikasi sosial. Perbedaan ini tidak hanya memengaruhi posisi sosial seseorang, tetapi juga menentukan peluang, peran, serta interaksi individu dalam kehidupan bermasyarakat.

Fungsi Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial berperan penting dalam mengatur kehidupan bermasyarakat yang terdiri dari individu dengan latar belakang dan kemampuan berbeda. Melalui sistem pelapisan sosial, hubungan antarindividu dapat berjalan lebih terstruktur dan terarah. Fungsi dari Stratifikasi Sosial, yaitu:

  1. Menentukan kedudukan sosial individu, stratifikasi sosial membantu masyarakat mengenali posisi seseorang, baik dalam lingkungan kerja, pendidikan, maupun kehidupan sosial. Dengan posisi yang jelas, peran dan tanggung jawab sosial dapat dijalankan secara tepat.
  2. Mendorong motivasi dan mobilitas sosial, adanya perbedaan lapisan sosial dapat memicu individu untuk berusaha meningkatkan kemampuan, pendidikan, dan prestasi agar memperoleh status sosial yang lebih baik.
  3. Mengatur pembagian peran dan pekerjaan, stratifikasi sosial memudahkan pembagian tugas sesuai keahlian dan fungsi masing-masing individu, sehingga kegiatan sosial dan ekonomi berjalan lebih efektif.
  4. Menjaga keteraturan dan stabilitas sosial, struktur sosial yang jelas membantu masyarakat memahami norma dan aturan yang berlaku, sehingga konflik sosial dapat diminimalkan.
  5. Berfungsi sebagai alat kontrol sosial, stratifikasi sosial mendorong individu untuk menyesuaikan perilaku dengan nilai dan norma yang diakui dalam masyarakat agar tetap diterima secara sosial.

Stratifikasi sosial membantu menciptakan keteraturan dan keberlangsungan kehidupan sosial. Meskipun menimbulkan perbedaan, sistem ini dapat memberikan manfaat apabila diterapkan secara adil dan seimbang.

Contoh Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari

Stratifikasi sosial dapat dengan mudah Anda temui dalam berbagai aspek kehidupan, baik di lingkungan kerja, pendidikan, maupun masyarakat secara umum. Perbedaan posisi sosial ini menunjukkan bagaimana pelapisan sosial bekerja secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

1. Stratifikasi dalam dunia kerja

Dalam lingkungan kerja terdapat hierarki jabatan seperti pimpinan, manajer, supervisor, hingga karyawan. Setiap posisi memiliki wewenang, tanggung jawab, dan tingkat penghargaan yang berbeda.

2. Stratifikasi berdasarkan tingkat pendidikan

Gelar dan jenjang pendidikan, seperti profesor, doktor, sarjana, hingga pelajar, mencerminkan perbedaan status dan peran dalam bidang akademik.

3. Stratifikasi ekonomi masyarakat

Masyarakat sering dikelompokkan ke dalam kelas atas, menengah, dan bawah berdasarkan tingkat pendapatan dan kepemilikan aset.

4. Stratifikasi dalam pemerintahan

Dalam sistem pemerintahan terdapat perbedaan kedudukan antara pejabat negara, aparatur sipil, dan masyarakat umum yang memengaruhi kewenangan dan tanggung jawab sosial.

5. Stratifikasi dalam masyarakat adat

Beberapa masyarakat tradisional memiliki sistem pelapisan berdasarkan keturunan atau adat, seperti pembagian kasta atau golongan tertentu.

Melalui contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa stratifikasi sosial hadir dalam berbagai bentuk dan konteks. Sistem ini memengaruhi interaksi sosial, peluang, serta peran individu dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan artikel ini, Anda dapat memaham bahwa stratifikasi sosial merupakan mekanisme sosial yang muncul dari perbedaan nilai dan sumber daya dalam masyarakat. Faktor pembentuknya, fungsi yang dijalankan, serta contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa stratifikasi sosial memengaruhi cara masyarakat berinteraksi dan menjalankan peran masing-masing. Oleh karena itu, pemahaman terhadap stratifikasi sosial penting agar Anda mampu menyikapi perbedaan sosial secara lebih rasional, adil, dan bertanggung jawab.

Tags :

Share This :