Mengenal Gerak Parabola, Ciri, Rumus & Contoh Soalnya

Mengenal Gerak Parabola, Ciri, Rumus & Contoh Soalnya

Gerak parabola merupakan salah satu konsep fundamental dalam fisika yang membahas gerak benda pada lintasan dua dimensi akibat pengaruh kecepatan awal dan gravitasi. Pembahasan ini menitikberatkan pada keterkaitan antara sudut lemparan, waktu tempuh, kecepatan, serta posisi benda dalam arah horizontal dan vertikal secara bersamaan. Oleh karena itu, gerak parabola menjadi materi penting dalam memahami gerak dua dimensi secara matematis dan fisis.

Artikel ini menyajikan pembahasan gerak parabola secara terstruktur dengan menekankan hubungan antar besaran fisika yang terlibat. Setiap konsep disusun secara sistematis agar pembaca dapat memahami bagaimana gerak horizontal yang bersifat beraturan berpadu dengan gerak vertikal yang dipengaruhi percepatan gravitasi. Melalui pendekatan ini, gerak parabola dapat dipahami sebagai satu kesatuan konsep, bukan sekadar kumpulan rumus.

Apa Itu Gerak Parabola?

Apa Itu Gerak Parabola?

Gerak parabola adalah gerak suatu benda yang dilemparkan dengan kecepatan awal membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal, sehingga lintasan yang ditempuh berbentuk kurva parabola. Gerak ini merupakan hasil superposisi dua jenis gerak, yaitu gerak lurus beraturan pada arah horizontal dan gerak lurus berubah beraturan pada arah vertikal akibat pengaruh gravitasi.

Dalam analisis vektor, kecepatan awal benda dapat diuraikan menjadi dua komponen yang saling tegak lurus. Komponen horizontal memiliki besar kecepatan yang konstan karena tidak dipengaruhi percepatan, sedangkan komponen vertikal mengalami perubahan kecepatan secara teratur akibat percepatan gravitasi yang arahnya selalu ke bawah. Perpaduan kedua komponen inilah yang menyebabkan lintasan benda berbentuk parabola.

Secara konseptual, gerak parabola menunjukkan bahwa gerak dalam dua arah dapat dianalisis secara terpisah namun tetap saling berkaitan melalui waktu. Pendekatan ini menjadikan gerak parabola sebagai jembatan penting dalam memahami gerak dua dimensi, baik dalam kajian kinematika maupun sebagai dasar untuk mempelajari konsep fisika lanjutan.

Ciri-Ciri Gerak Parabola

Ciri-ciri gerak parabola membantu Anda mengenali gerak benda yang berlangsung pada dua arah sekaligus dan dipengaruhi oleh gravitasi. Dengan memahami karakteristik utamanya, Anda dapat membedakan gerak parabola dari gerak lurus satu dimensi secara lebih sistematis. Berikut beberapa ciri utama gerak parabola yang perlu Anda pahami.

1. Lintasan berbentuk lengkungan (parabola)

Gerak parabola ditandai oleh lintasan benda yang melengkung membentuk kurva parabola, bukan garis lurus. Bentuk lintasan ini menyerupai huruf “U” terbalik yang simetris terhadap sumbu vertikal. Lengkungan tersebut muncul karena gerak horizontal dan vertikal berlangsung secara bersamaan dengan sifat yang berbeda. Secara matematis, lintasan ini merupakan hasil superposisi dua persamaan gerak pada sumbu x dan y.

2. Gerak berlangsung dalam dua dimensi (horizontal dan vertikal)

Gerak parabola terjadi pada bidang datar dua dimensi yang melibatkan arah horizontal (x) dan vertikal (y) secara simultan. Pada arah horizontal, benda bergerak lurus tanpa percepatan, sedangkan pada arah vertikal, benda mengalami percepatan akibat gravitasi. Kedua arah ini saling independen tetapi terhubung oleh waktu yang sama. Pendekatan ini memudahkan analisis gerak menggunakan metode pemisahan komponen.

3. Merupakan gabungan GLB dan GLBB

Salah satu ciri utama gerak parabola adalah perpaduan antara gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). GLB terjadi pada sumbu horizontal karena kecepatan bernilai konstan, sementara GLBB terjadi pada sumbu vertikal karena adanya percepatan gravitasi. Kombinasi inilah yang menghasilkan lintasan melengkung. Tanpa salah satu dari kedua jenis gerak ini, lintasan parabola tidak akan terbentuk.

4. Memiliki kecepatan awal dan sudut elevasi

Gerak parabola selalu diawali dengan kecepatan awal yang membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Sudut elevasi ini menentukan seberapa besar komponen kecepatan horizontal dan vertikal benda. Semakin besar sudut elevasi, semakin tinggi lintasan maksimum yang dicapai, tetapi jarak jangkauan bisa berkurang. Oleh karena itu, sudut elevasi memegang peran penting dalam karakteristik lintasan gerak parabola.

5. Gerak sangat dipengaruhi oleh gravitasi

Percepatan gravitasi berpengaruh langsung terhadap gerak vertikal benda dalam gerak parabola. Gravitasi menyebabkan kecepatan vertikal benda berkurang saat bergerak naik dan bertambah saat bergerak turun. Tanpa gravitasi, benda akan bergerak lurus mengikuti arah kecepatan awalnya. Dengan kata lain, keberadaan gravitasi menjadi faktor utama yang membentuk lengkungan lintasan parabola.

6. Kecepatan horizontal bernilai tetap

Pada arah horizontal, gerak parabola tidak dipengaruhi oleh percepatan sehingga kecepatan horizontal tetap sepanjang lintasan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada gaya yang bekerja pada arah mendatar (jika hambatan udara diabaikan). Akibatnya, perpindahan horizontal benda bertambah secara linier terhadap waktu. Sifat ini membuat analisis gerak pada sumbu x menjadi lebih sederhana.

7. Kecepatan vertikal berubah secara teratur

Berbeda dengan komponen horizontal, kecepatan vertikal pada gerak parabola selalu berubah akibat pengaruh gravitasi. Saat benda bergerak naik, kecepatan vertikal berkurang hingga mencapai nol di titik tertinggi. Setelah itu, kecepatan vertikal bertambah kembali dengan arah ke bawah. Perubahan teratur ini menunjukkan bahwa gerak vertikal termasuk GLBB.

8. Memiliki titik tertinggi lintasan

Gerak parabola selalu memiliki satu titik puncak atau titik tertinggi lintasan. Pada titik ini, kecepatan vertikal benda bernilai nol sehingga benda sesaat hanya bergerak secara horizontal. Meskipun demikian, benda tetap memiliki kecepatan total karena komponen horizontal masih bekerja. Titik tertinggi ini sering digunakan untuk menentukan tinggi maksimum dalam perhitungan fisika.

9. Jarak jangkauan dipengaruhi sudut dan kecepatan awal

Jarak terjauh yang ditempuh benda dalam arah horizontal disebut jangkauan gerak parabola. Besarnya jangkauan dipengaruhi oleh kecepatan awal dan sudut elevasi, bukan oleh massa benda. Dalam kondisi ideal, jangkauan maksimum dicapai ketika sudut elevasi sebesar 45°. Konsep ini menunjukkan bahwa arah lemparan sama pentingnya dengan besar kecepatan awal.

10. Hambatan udara diabaikan pada pembahasan dasar

Dalam pembahasan dasar gerak parabola, pengaruh hambatan udara biasanya diabaikan untuk menyederhanakan analisis. Dengan asumsi ini, lintasan benda menjadi simetris antara fase naik dan turun. Pendekatan ideal ini memudahkan Anda memahami konsep utama sebelum mempelajari kondisi nyata yang lebih kompleks. Hambatan udara baru diperhitungkan pada kajian fisika lanjutan.

Rumus Gerak Parabola

Rumus Gerak Parabola

Rumus gerak parabola digunakan untuk menganalisis gerak benda pada arah horizontal dan vertikal. Perhitungannya dilakukan dengan memisahkan komponen gerak pada tiap sumbu agar hubungan sudut, waktu, tinggi, dan jarak mudah dipahami, yaitu:

1. Komponen Kecepatan Awal

Kecepatan awal dalam gerak parabola tidak bekerja dalam satu arah, melainkan membentuk sudut terhadap bidang horizontal. Untuk mempermudah analisis, kecepatan awal diuraikan menjadi komponen horizontal dan vertikal. Komponen horizontal menentukan gerak ke samping, sedangkan komponen vertikal mempengaruhi gerak naik dan turun benda. Hubungan komponen kecepatan ini dinyatakan dengan:

v₀x = v₀ cos θ

v₀y = v₀ sin θ

Keterangan:

  • v₀x = komponen kecepatan awal arah horizontal (m/s)
  • v₀y = komponen kecepatan awal arah vertikal (m/s)
  • v₀ = kecepatan awal (m/s)
  • θ = sudut elevasi (° atau rad)

Penguraian ini menjadi langkah awal yang sangat penting karena seluruh rumus gerak parabola bergantung pada kedua komponen tersebut.

2. Waktu untuk Mencapai Titik Tertinggi

Waktu naik adalah selang waktu yang diperlukan benda untuk bergerak dari titik awal hingga mencapai titik tertinggi lintasan. Pada titik ini, kecepatan vertikal benda bernilai nol akibat pengaruh gravitasi. Waktu mencapai titik tertinggi hanya bergantung pada komponen kecepatan vertikal awal dan percepatan gravitasi, sehingga dirumuskan sebagai:

t naik = v₀y / g

Keterangan:

  • t naik = waktu untuk mencapai titik tertinggi (s)
  • v₀y = komponen kecepatan awal vertikal (m/s)
  • g = percepatan gravitasi (m/s²)

Rumus ini menunjukkan bahwa semakin besar komponen vertikal kecepatan awal, semakin lama benda mencapai titik puncak.

3. Waktu Total di Udara

Waktu total di udara adalah keseluruhan waktu yang dibutuhkan benda sejak dilempar hingga kembali ke ketinggian semula. Dalam kondisi lintasan simetris, waktu turun sama dengan waktu naik. Oleh karena itu, waktu total dapat dinyatakan sebagai dua kali waktu naik, dengan rumus:

t total = 2 v₀y / g

Keterangan:

  • t total = waktu total benda di udara (s)
  • v₀y = komponen kecepatan awal vertikal (m/s)
  • g = percepatan gravitasi (m/s²)

Besaran ini sangat penting untuk menentukan jarak jangkauan dan posisi benda pada waktu tertentu.

4. Tinggi Maksimum

Tinggi maksimum merupakan ketinggian tertinggi yang dicapai benda selama gerak parabola. Pada posisi ini, energi kinetik vertikal berubah sepenuhnya menjadi energi potensial gravitasi. Tinggi maksimum dipengaruhi oleh besar komponen kecepatan vertikal awal dan percepatan gravitasi, yang dirumuskan sebagai:

Hmaks = (v₀y²) / (2g)

Keterangan:

  • Hmaks = tinggi maksimum (m)
  • v₀y = komponen kecepatan awal vertikal (m/s)
  • g = percepatan gravitasi (m/s²)

Rumus ini menunjukkan bahwa tinggi lintasan tidak dipengaruhi oleh massa benda, melainkan oleh kecepatan awal dan sudut lemparan.

5. Jarak Jangkauan

Jarak jangkauan adalah perpindahan horizontal maksimum yang ditempuh benda hingga kembali ke titik ketinggian semula. Besarnya jangkauan bergantung pada kecepatan awal, sudut elevasi, dan percepatan gravitasi. Hubungan tersebut dirumuskan sebagai:

R = (v₀² sin 2θ) / g

Keterangan:

  • R = jarak jangkauan (m)
  • v₀ = kecepatan awal (m/s)
  • θ = sudut elevasi (° atau rad)
  • g = percepatan gravitasi (m/s²)

Rumus ini berlaku jika titik awal dan titik akhir berada pada ketinggian yang sama. Dalam kondisi ideal, jangkauan maksimum dicapai saat sudut elevasi sebesar 45°.

6. Persamaan Posisi Benda

Untuk mengetahui posisi benda pada waktu tertentu, digunakan persamaan posisi pada masing-masing sumbu. Gerak horizontal mengikuti persamaan GLB, sedangkan gerak vertikal mengikuti persamaan GLBB. Persamaan posisi ini memungkinkan Anda melacak lintasan benda secara matematis.

Posisi horizontal:

x = v₀x t

Keterangan:

  • x = posisi horizontal (m)
  • v₀x = komponen kecepatan awal horizontal (m/s)
  • t = waktu (s)

Posisi vertikal:

y = v₀y t − ½ g t²

Keterangan:

  • y = posisi vertikal (m)
  • v₀y = komponen kecepatan awal vertikal (m/s)
  • g = percepatan gravitasi (m/s²)
  • t = waktu (s)

Melalui kedua persamaan ini, lintasan parabola dapat dianalisis secara kuantitatif.

Posisi benda pada setiap waktu dapat dihitung secara sistematis dan terukur.

7. Alur Penyelesaian Soal Gerak Parabola

Agar tidak salah langkah dalam menyelesaikan soal gerak parabola, gunakan alur berikut secara berurutan:

  • Menguraikan kecepatan awal menjadi komponen horizontal (x) dan vertikal (y)
  • Menentukan besaran yang ditanyakan, seperti waktu, tinggi maksimum, atau jarak jangkauan
  • Memilih dan menggunakan rumus yang sesuai dengan komponen geraknya
  • Mensubstitusikan nilai yang diketahui dan menghitung hasil secara sistematis

Dengan mengikuti alur ini, penyelesaian soal gerak parabola akan menjadi lebih terstruktur, mudah dipahami, dan mengurangi resiko kesalahan perhitungan.

Contoh Soal Gerak Parabola dan Pembahasannya

Contoh Soal Gerak Parabola dan Pembahasannya

Untuk memperjelas penerapan rumus gerak parabola, berikut disajikan beberapa contoh soal yang disusun bertahap dari konsep dasar hingga perhitungan lengkap. Melalui latihan ini, Anda dapat memahami hubungan antara sudut lemparan, waktu, tinggi, dan jarak tempuh secara lebih sistematis.

Contoh Soal 1
Sebuah bola ditendang dengan kecepatan awal 20 meter per sekon dan sudut elevasi 30 derajat terhadap permukaan tanah. Percepatan gravitasi diketahui 10 meter per sekon kuadrat. Tentukan waktu yang diperlukan bola untuk mencapai titik tertinggi lintasannya.

A. 0,5 sekon
B. 1 sekon
C. 1,5 sekon
D. 2 sekon
E. 2,5 sekon

Jawaban: B
Pembahasan:
Langkah pertama adalah menentukan komponen kecepatan pada arah vertikal. Pada sudut 30 derajat, nilainya setengah dari kecepatan awal sehingga diperoleh 10 meter per sekon. Waktu menuju titik tertinggi diperoleh dengan membagi kecepatan vertikal awal dengan gravitasi. Perhitungan tersebut menghasilkan 1 sekon, sehingga pilihan yang tepat adalah B.

Contoh Soal 2
Sebuah benda dilempar dengan kecepatan awal 10 meter per sekon membentuk sudut 45 derajat. Gravitasi di tempat tersebut 10 meter per sekon kuadrat. Berapa tinggi maksimum yang dapat dicapai benda sebelum kembali turun?

A. 1,25 meter
B. 2,5 meter
C. 5 meter
D. 10 meter
E. 12,5 meter

Jawaban: A
Pembahasan:
Komponen vertikal awal pada sudut 45 derajat sekitar 7 meter per sekon. Tinggi maksimum diperoleh dari kuadrat kecepatan vertikal dibagi dua kali gravitasi. Setelah dihitung, tinggi puncak lintasan mendekati 1,25 meter. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah A.

Contoh Soal 3
Sebuah proyektil ditembakkan dengan kecepatan awal 20 meter per sekon dan sudut 45 derajat terhadap horizontal. Gravitasi bernilai 10 meter per sekon kuadrat. Hitunglah jarak jangkauan maksimum yang ditempuh hingga kembali ke tanah..

A. 20 meter
B. 30 meter
C. 40 meter
D. 45 meter
E. 50 meter

Jawaban benar: C
Pembahasan:
Untuk sudut 45 derajat, jarak horizontal mencapai nilai paling besar. Jangkauan dapat dihitung dari kuadrat kecepatan awal dibagi gravitasi. Dengan memasukkan angka yang diketahui, diperoleh hasil 40 meter. Maka opsi yang sesuai adalah C.

Contoh Soal 4
Sebuah benda dilempar secara horizontal dari tebing dengan kecepatan awal 10 meter per sekon. Waktu yang dibutuhkan untuk menyentuh tanah tercatat 2 sekon.

Berapa jarak horizontal yang dicapai benda selama bergerak di udara?

A. 10 meter
B. 15 meter
C. 20 meter
D. 25 meter
E. 30 meter

Jawaban benar: C
Pembahasan:
Gerak pada arah mendatar tidak dipengaruhi gravitasi sehingga kecepatannya konstan. Jarak horizontal diperoleh dari perkalian kecepatan dengan waktu tempuh. Mengalikan 10 dengan 2 memberikan hasil 20 meter. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.

Contoh Soal 5
Sebuah bola dilempar dan kembali ke posisi awal setelah 4 sekon. Percepatan gravitasi di lokasi tersebut 10 meter per sekon kuadrat. Tentukan besar komponen kecepatan vertikal awal bola tersebut…

A. 10 meter per sekon
B. 15 meter per sekon
C. 40 meter per sekon
D. 25 meter per sekon
E. 20 meter per sekon

Jawaban benar: E
Pembahasan:
Total waktu gerak terdiri dari fase naik dan turun yang sama lamanya. Jika keseluruhan waktu 4 sekon, maka waktu naik 2 sekon. Kecepatan vertikal awal didapat dari hasil perkalian gravitasi dengan waktu naik. Perhitungan tersebut memberikan nilai 20 meter per sekon sehingga jawaban yang benar adalah E.

Contoh Soal 6
Sebuah benda dilontarkan dengan kecepatan 25 meter per sekon pada sudut 37 derajat. Diketahui nilai sinus 37 derajat 0,6 dan gravitasi 10 meter per sekon kuadrat. Berapa lama benda berada di udara sebelum kembali ke tanah?

A. 2 sekon
B. 3 sekon
C. 4 sekon
D. 5 sekon
E. 6 sekon

Jawaban: D
Pembahasan:
Kecepatan vertikal awal diperoleh dari 25 dikali 0,6 sehingga menghasilkan 15 meter per sekon. Waktu total gerak sama dengan dua kali kecepatan vertikal awal dibagi gravitasi. Hasil perhitungan menunjukkan 3 sekon untuk naik dan total 5 sekon di udara. Oleh sebab itu, jawabannya D.

Contoh Soal 7
Sebuah proyektil ditembakkan dengan sudut yang semakin besar sementara kecepatan awal tetap. Kondisi gravitasi tidak berubah. Bagaimana perubahan waktu yang dihabiskan benda di udara?

A. Tetap
B. Berkurang
C. Bertambah
D. Nol
E. Tidak teratur

Jawaban: C
Pembahasan:
Meningkatnya sudut lemparan menyebabkan komponen vertikal kecepatan awal ikut meningkat. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi menjadi lebih lama. Karena waktu turun sama dengan waktu naik, total waktu di udara pun bertambah. Jadi pilihan yang tepat adalah C.

Contoh Soal 8
Dua benda dilontarkan dengan kecepatan awal sama, namun sudutnya saling berpelengkap, misalnya 30 derajat dan 60 derajat. Gravitasi pada kedua kasus identik. Bandingkan jarak jangkauan yang dihasilkan keduanya…

A. Salah satu lebih besar
B. Salah satu nol
C. Berbeda jauh
D. Sama
E. Tidak dapat ditentukan

Jawaban benar: D
Pembahasan:
Rumus jangkauan bergantung pada nilai sinus dua kali sudut. Sudut yang saling berpelengkap memberikan nilai tersebut sama besar. Karena kecepatan awal dan gravitasi juga sama, hasil jangkauannya identik. Maka jawaban yang sesuai adalah D.

Contoh Soal 9
Pada gerak parabola tanpa hambatan udara, benda memiliki komponen kecepatan horizontal tertentu sejak awal dilempar. Selama benda bergerak hingga kembali ke tanah, bagaimana keadaan kecepatan horizontalnya?

A. Bertambah
B. Tetap
C. Nol
D. Berkurang
E. Berubah acak

Jawaban benar: B
Pembahasan:
Tidak ada gaya yang bekerja pada arah mendatar sehingga tidak muncul percepatan horizontal. Kecepatan pada sumbu tersebut mempertahankan nilai awalnya sepanjang gerak berlangsung. Oleh karena itu, kondisinya tetap dari awal hingga akhir lintasan. Jawaban yang benar adalah B.

Contoh Soal 10
Sebuah bola dilempar dengan kecepatan awal tertentu dan kembali ke titik awal. Jika percepatan gravitasi di tempat itu diperbesar, sementara sudut dan kecepatan awal tetap, bagaimana perubahan jarak jangkauannya?

A. Berkurang
B. Bertambah
C. Tetap
D. Menjadi dua kali
E. Tidak terpengaruh

Jawaban benar: A
Pembahasan:
Jarak horizontal dipengaruhi oleh lamanya benda berada di udara. Ketika gravitasi lebih besar, waktu naik dan turun menjadi lebih singkat. Dampaknya, jarak yang ditempuh secara mendatar ikut mengecil. Dengan demikian, pilihan yang tepat adalah A.

Pemahaman gerak parabola membantu Anda memahami hubungan sudut, waktu, dan kecepatan dalam gerak dua dimensi. Dengan menguasai ciri dan rumusnya, analisis gerak benda menjadi lebih sistematis dan logis. Konsep ini menjadi dasar penting dalam kinematika. Penguasaan materi juga memperkuat pemahaman tentang pengaruh gravitasi terhadap gerak. Oleh karena itu, gerak parabola perlu dipahami secara menyeluruh.

Penguasaan konsep ini melatih ketelitian dalam menganalisis hubungan antar besaran fisika. Pemahaman yang runtut membuat perhitungan menjadi lebih terarah. Selain itu, materi ini relevan dengan berbagai fenomena gerak di sekitar kita. Keterampilan berpikir ilmiah pun dapat berkembang melalui pembelajaran ini. Dengan demikian, gerak parabola menjadi konsep penting dalam fisika.

Tags :

Share This :